Saya percaya bahwa sekarang ini kita
semua sedang melakukan amalan jihad, sebagai bentuk ketaatan terhadap Allah SWT,
untuk menjaga kesucian ayat-ayat Al Quran, membela martabat para Ulil Amri (pemimpin)
serta mempertahankan ibu kota negara ini. Saya yakin yang terpenting dalam
jihad adalah menjaga kemurnian dan keikhlasan dalam perjuangan---membela Islam,
tanpa agenda tersembunyi lainnya. Oleh karena itu melakukannya pun harus dengan
cara yang yang diridhoi Allah, baik dari segi sikap, perilaku, maupun segala tujuan
(an Nahl: 125).
Perasaan saya bercampur aduk setiap
kali membaca pesan-pesan, komentar atau tulisan di media sosial yang
menyertakan kata-kata atau sebutan yang menghina dan merendahkan martabat orang
lain. Saya mengerti dan percaya tujuan mereka boleh jadi baik dan mulia. Namun,
saya sering merasa sedih dan bertanya-tanya; apakah yang menulis tidak akan tampak
persis sama seperti orang yang tadinya hendak mereka hina? Misalnya menyebut
seseorang dengan “mulut jamban” atau “mulut busuk”. Tidakkah itu justru
membuatnya tampak memiliki kualifikasi yang tidak berbeda? (Ali
Imran : 186, al An’am : 108, Fussilat : 34-35, an Nisa : 148).
Saya menulis hal ini sebagai bahan
renungan untuk diri saya sendiri, dan semoga bisa memberi inspirasi guna
melakukan introspeksi bagi kita semua bersama. Boleh jadi sebab kita gagal dalam
berjihad karena tidak dapat melakukan sinkronisasi antara niat suci dengan cara dan tujuan yang hendak dicapai,
sehingga Allah SWT menunda atau tidak menurunkan berkah dalam perjuangan itu.
Bila Allah
SWT mengizinkan saya adalah orang yang akan terus mendukung perjuangan ini. Saya
berterima kasih dan sangat memuliakan semua orang yang telah memberikan hati,
pikiran, jiwa dan doa-doa yang tak terbatas untuk menegakkkan keadilan di
negeri ini, dengan cara-cara Islami, berjuang karena Allah SWT, takut hanya
kepada Allah SWT, meyakini Allah SWT tidak akan pernah meninggalkan dan akan selalu
membuka jalan untuk tujuan-tujuan mulia yang diinginkan. Semua jihad beresiko,
setiap perjuangan meminta pengorbanan-pengorbanan, diatas semua itu harus ada
ketulusan dan keikhlasan untuk memikulnya. Ini akan menjadi ujian bagi saya dan
siapapun yang menjalankannya. Saya hanya berharap dengan tulisan sederhana ini,
sekecil apapun sumbangannya, bisa membantu untuk menghidupkan jihad yang murni
karena Allah SWT. Mari kita bersama-sama berjuang dan berusaha dengan cara-cara
yang yang diberkahi Allah SWT. Jauhi semua yang bisa mengurangi keagungan
nilai-nilai dan kemurnian tujuan-tujuan dari jihad, serta segala kemungkinan
yang bisa menjauhkan perjuangan kita dari ridho Allah SWT (al Baqarah: 112, Ali
Imran: 110-111).
#marimenjagalisan #Islamituindah #muslimbermartabat #proudmuslim #keepcalmnprayharder #stayhumble #staydecent #bekind #betruemuslim #jihad #myjihad
Aktual dan sangat menggugah.
ReplyDelete