Saturday, February 18, 2017

Saya seorang Muslim dan saya akan menjaga lisan saya

Saya percaya bahwa sekarang ini kita semua sedang melakukan amalan jihad, sebagai bentuk ketaatan terhadap Allah SWT, untuk menjaga kesucian ayat-ayat Al Quran, membela martabat para Ulil Amri (pemimpin) serta mempertahankan ibu kota negara ini. Saya yakin yang terpenting dalam jihad adalah menjaga kemurnian dan keikhlasan dalam perjuangan---membela Islam, tanpa agenda tersembunyi lainnya. Oleh karena itu melakukannya pun harus dengan cara yang yang diridhoi Allah, baik dari segi sikap, perilaku, maupun segala tujuan (an Nahl: 125).
Perasaan saya bercampur aduk setiap kali membaca pesan-pesan, komentar atau tulisan di media sosial yang menyertakan kata-kata atau sebutan yang menghina dan merendahkan martabat orang lain. Saya mengerti dan percaya tujuan mereka boleh jadi baik dan mulia. Namun, saya sering merasa sedih dan bertanya-tanya; apakah yang menulis tidak akan tampak persis sama seperti orang yang tadinya hendak mereka hina? Misalnya menyebut seseorang dengan “mulut jamban” atau “mulut busuk”. Tidakkah itu justru membuatnya tampak memiliki kualifikasi yang tidak berbeda? (Ali Imran : 186, al An’am : 108, Fussilat : 34-35, an Nisa : 148).
Saya menulis hal ini sebagai bahan renungan untuk diri saya sendiri, dan semoga bisa memberi inspirasi guna melakukan introspeksi bagi kita semua bersama. Boleh jadi sebab kita gagal dalam berjihad karena tidak dapat melakukan sinkronisasi antara niat suci  dengan cara dan tujuan yang hendak dicapai, sehingga Allah SWT menunda atau tidak menurunkan berkah dalam perjuangan itu.
Bila Allah SWT mengizinkan saya adalah orang yang akan terus mendukung perjuangan ini. Saya berterima kasih dan sangat memuliakan semua orang yang telah memberikan hati, pikiran, jiwa dan doa-doa yang tak terbatas untuk menegakkkan keadilan di negeri ini, dengan cara-cara Islami, berjuang karena Allah SWT, takut hanya kepada Allah SWT, meyakini Allah SWT tidak akan pernah meninggalkan dan akan selalu membuka jalan untuk tujuan-tujuan mulia yang diinginkan. Semua jihad beresiko, setiap perjuangan meminta pengorbanan-pengorbanan, diatas semua itu harus ada ketulusan dan keikhlasan untuk memikulnya. Ini akan menjadi ujian bagi saya dan siapapun yang menjalankannya. Saya hanya berharap dengan tulisan sederhana ini, sekecil apapun sumbangannya, bisa membantu untuk menghidupkan jihad yang murni karena Allah SWT. Mari kita bersama-sama berjuang dan berusaha dengan cara-cara yang yang diberkahi Allah SWT. Jauhi semua yang bisa mengurangi keagungan nilai-nilai dan kemurnian tujuan-tujuan dari jihad, serta segala kemungkinan yang bisa menjauhkan perjuangan kita dari ridho Allah SWT (al Baqarah: 112, Ali Imran: 110-111).  

#marimenjagalisan #Islamituindah #muslimbermartabat #proudmuslim #keepcalmnprayharder  #stayhumble  #staydecent  #bekind  #betruemuslim  #jihad  #myjihad

1 comment: